Presnel Kimpembe menegaskan bahwa timnya tak boleh meremehkan Manchester United

genericlevitracheapest-price – Presnel Kimpembe menegaskan bahwa timnya tak boleh meremehkan Manchester United. The Red Devils tetaplah statusnya sebagai klub besar.

Paris Saint-Germain akan menjamu MU di leg kedua 16 besar Liga Champions, Kamis (7/3/2019) dinihari WIB. PSG memulai laga ini dengan keunggulan 2-0 dari hasil di leg pertama.

MU butuh kemenangan 3-0 untuk bisa langsung melaju ke perempatfinal dalam waktu 90 menit. Hal itu tidak akan mudah, ditambah Setan Merah akan tampil tanpa Paul Pogba, Alexis Sanchez, Nemanja Matic, Anthony Martial, Ander Herrera, Juan Mata, sampai Jesse Lingard.

Meski situasi di MU sedang rumit, Kimpembe mengingatkan bahwa klub asal Inggris tersebut tak boleh diremehkan. Bek PSG tersebut menyebut bahwa MU masih klub besar.

“Anda tidak boleh meremehkan lawan seperti itu. Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit, bahkan jika kami memiliki start dua gol,” kata Kimpembe seperti dikutip dari situs resmi PSG.

“Manchester United tetaplah Manchester United. Anda harus menghormati status mereka sebagai klub besar Eropa. Mereka harus mencetak gol, mereka harus mendapatkan hasil, jadi kami tahu mereka akan mencoba untuk menekan kami,” sambungnya.

“Kami harus mendekati permainan dengan baik untuk lolos. Kami benar-benar bermain dengan baik di Old Trafford. Tapi kami baru menang jalan. Setengahnya lagi akan dimulai di kandang. Kami harus mempersiapkan diri dengan baik dan menampilkan performa besar untuk mencapai tujuan kami,” bek 23 tahun itu menegaskan.

Chelsea mengambil langkah terkait hukuman larangan transfer dari FIFA

genericlevitracheapest-price – Chelsea mengambil langkah terkait hukuman larangan transfer dari FIFA. The Blues mengajukan banding atas sanksi tersebut.

Februari lalu, Chelsea dijatuhi sanksi oleh FIFA berupa larangan mendatangkan pemain di dua jendela transfer. Mereka tidak bisa mendaftarkan pemain barunya di bursa musim panas 2019 dan musim dingin 2020.

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah Chelsea terbukti bersalah dalam 29 kasus terkait transfer pemain di bawah usia 18 tahun. Tim London Barat itu juga harus membayar denda lebih dari 460 ribu pound sterling (Rp 8,4 miliar).

Chelsea sebelumnya telah menyatakan menolak mentah-mentah penemuan Komite Disiplin FIFA dan akan mengajukan banding. Pada Selasa (5/3/2019), FIFA mengonfirmasi bahwa Chelsea secara resmi telah mengajukan banding.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Sky Sports, FIFA menyebut tidak ada jadwal yang terperinci untuk kasus Chelsea. Komite banding juga harus memutuskan apakah untuk sementara akan membekukan hukuman selama proses banding.

Dalam kasus serupa, FIFA pernah memutuskan untuk tidak menerapkan hukuman ketika proses banding berjalan. Itu terjadi kepada Barcelona dan Real Madrid.

Chelsea juga siap mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) jika diperlukan. Lamanya proses banding diharapkan akan memberi Chelsea kesempatan untuk tetap bertransaksi secara normal pada bursa transfer musim panas nanti sebelum hukuman benar-benar dijatuhkan.